Sunday, August 25, 2013

Mesjid Raya Batam Centre, Bertemu Teman dari Kampong

Assalamu'alaikum sobat2 semua..

nah... sore hari yg gerimis ni saya nak cerita dulu...
hr ni sy tlah bertemu dgn orang yg juga satu kampung sama sy di Pulau Batam ni, tepat nya kami bertemu di Mesjid Raya Batam Centre.

Sebagai perantauan, tentulah menjalin silaturahmi dgn orang2 dr kampung halaman yang sama menjadi hal yang lumrah, betapa tidak. di tengah lingkungan yang jauh berbeda dgn tempat asal, keberadaan teman sedaerah menjadi oase kerinduan pada kampung halaman.

Alhamdulillah di pulau ini sy menemukan juga, kami bertemu di Mesjid Raya Batam Centre..
ya ... Mesjid raya, menurutku mesjid ini cukup modern arsitektur ny, belum lagi dikelilingi taman2 yang tertata bagus dan ornamen nya yang mantap. Dan yang terpenting, lokasi ny berada di Batam Centre, Kompleks Terpadu di kota ini, di mana pusat ny adalah sebuah lapangan Engku Putri, lapangan ini dikelilingi oleh Gedung2 pemerintahan seperti Balai Kota, Kantor DPRD, Bank, Hotel, Pelabuhan Ferry, MegaMall, Mesjid, Asrama Haji, dan ruko2 bergaya aritektur Paris minimalis.
Foto diambil dr Haris Hotel

Sejak sy hadir di batam, sy sgt tertarik saat melihat mesjid dan kompleks batam centre ini, sy tidak menumkan satu tempat di Sumut apalagi medan yang bisa di bandingkan dengan batam centre ini, dimana lokasi nya sgt di desain se-apik dan se-kemas mungkin, tinggal lagi bagaimana pemerintah dpt mengelola nya dan merawat nya..

terlebih kehadiran mesjid ini menjadi semacam oase di tengah pergumulan aktifitas dunia. Terdiri dari 3 lantai, lantai 1 selain tempat wudhu, toilet, juga ada perpustakaan, TK, kantor dan koperasi, ada juga badan amil zakat nya, ada perpustakaan berjalan juga.
di lantai 2 adalah ruang utama, ruang Sholat, dihiasi berbagai ornamen yang menambah kemegahan.
Lantai 3, juga tempat sholat tp tidak terlalu luas, ya klw kurang mgkn jamaah wanita bisa naik keatas.
tp sayang, hanya sedikit jamaah yg sholat untuk Mesjid semegah ini.
mgkn hampir semua mesjid seperti itu, hanya ramai saat Jumatan, Ramadhan, dan sholat Eid.

Sy cuba ingin bandingkan dengan Mesjid Agung Medan, atau Mesjid Aceh Sepakat, atau juga Mesjid Musanif di Cemara Asri yang boleh dikatakan mesjid yang megah di medan dengan nuansa modern, tp tetap saja mesjid raya batam ini memiliki kelebihan karena lokasi nya berada di kompleks terpadu.

Klw teman2 menyukai fotografi, mgkn Batam Centre ini banyak tempat yang bisa dijadikan objek foto anda...
waahhh... jd tak sabar ni nak punya camera SLR kayak orang2 itu, hahahaha.... klw ada sy nak coba lah foto2 lokasi disini.

hmmmm, sampai sini dulu ya untuk kali ini, mgkn lain waktu sy kan bagi lagi kisah2 yang lain.

Mohon saran dan komentarnya...

^_^

Film Fetih 1453

Fetih 1453 (english : The Conquest 1453) merupakan film yang diangkat dari kisah nyata, prestasi yang paling membanggakan di era abad pertengahan selain penguasaan Andalusia yang kini tinggal sejarah, yaitu penaklukan Konstantinopel oleh Kesultanan Turki Usmani (Ottoman) di bawah pimpinan Sultan Muhammad II (Mehmet II) . Dimana masa itu kota Konstantinopel bisa disejajarkan dengan New York atau London pada masa kini. Ibukota dari negara digdaya masa lampau, Romawi Timur (Bizantium).
Poster Film "Fetih 1453"

 Wew, saat mengetahui adanya film ini, tentu saja sy yg bisa dikatakan pengagum Turki ini sgt tertarik, apalagi saat lihat trailer nya di youtube, tapi sempat bingung karena adanya gambaran2 yang tak sesuai.
and then, langsung download, untung nya film berbahasa Turki ini sudah ada subtitel nya dalam Bahasa Indonesia.
Memang tak semanirk film2 kolosal dr hollywood eropa atau Hongkong, mgkn turki masih amatir dlm membuat film, ada kemiripan juga dengan film "Kingdom of Heaven" kisah perang Salib di Yerussalem.
ya pembukaannya cukup bagus, dimulai dengan hadits Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa Konstantinopel akan jatuh kepada Islam dilanjutkan dengan Sultan Mehmet yang sedang mengaji Alquran menanti kelahiran anak nya, yang difilm ni dinamai "Mahmud" atau dikenal dengan Mehmet II.
Latihan yang keras dijalani Sang Pangeran saat menginjak dewasa dan berita meninggal nya Sultan, hingga akhirnya Mehmet II naik takhta diusia muda yang diragukan banyak pihak.
Dilain pihak Kaisar Konstantin XI meremehkan Sultan akan lebih baik dari Ayah nya, merencanakan konspirasi agar wilayah2 kekuasaan Usmani dalam kegaduhan dan pemberontakan. Mereka mendukung pemberontakan di wilayah kesultanan hingga akhirnya berharap akan ada peperangan sesama wilayah Muslim sehingga tidak perlu dengan kekuatannya utk menghancurkan kesultanan, dan mereka mengadakan jamuan malam dan tertawa atas hal itu.
wahh ini sama seperti yang terjadi saat ini, wilayah2 Islam saling menghancurkan satu sama lain.

Secara umum film ini cukup lumayan, meski masih sangat jauh dikatakan bagus. Kurang emosional dan kurang "merasuki" penonton.belum lagi penggambaran tokoh yang jauh dari sejarah yang banyak dikisahkan bahwa Penakluk Konstantin adalah Sebaik2nya pasukan, Permaisuri yang kerja nya hanya bersolek dan tak berhijab.
mgkn sutradara masih terikut dengan film2 Hollywood.
Ditambah lagi Muncul nya tokoh Era, putri angkat Master Urban, ilmuan Nasrani yang menciptakan meriam dahsyat untuk pasukan Usmani.
kisah cinta segitiga antara Hassan (petinggi pasukan Usmani) Era dan Guistiniani (Pimpinan pasukan khusus Konstantin yang datang dari Genoa, Romawi).
Era dan Guistiniani bertemu di Genoa karena Era adalah seorang Nasrani, dan Master Urban diminta untuk membantu pasukan Konstantin. Tapi Master Urban lebih memilih di pihak kesultanan dan Era jatuh cinta dengan Hassan yang menyelamatkan Master Urban dari percobaan pembunuhan.
banyak yang mengatakan sosok Era adalah fiktif, dan akupun jadi bingung film ini sebenarnya mengisahkan Sultan Mehmet II atau Hassan-Era.
karena kelanjutannya sangat2 Hollywood, kisah2 yang tidak disukai banyak pihak, ya untuk menambah emosi2 aja, krn pada akhir nya ada duel one by one antara Hassan dan Guistiniani.

Karena tak mampu menembus benteng konstantin Sultan frustasi hingga kedatangan Syaikh yang memberi nya semangat, hingga Konstantin pun dapat ditaklukkan.
Tapi dari kisah ini kita dapat mengetahui bahwa pada masa itu Kesultanan Usmani sangat toleran dan melindungi penganut agama lain selain Islam, bahkan mereka ikut bergabung dengan pasukan kesultanan dan lebih memilih berada dalam wilayah Turki daripada Romawi, juga petinggi Konstantin juga dikisahkan lebih menyukai"kafir (muslim) Turki" daripada Katolik Roma, dan banyak warga kristen ortodox yang tidak menyukai bantuan dari katolik roma.

Aku berharap nanti nya ada film Fetih dalam versi yang lebih baru dan lebih baik dari film yang disutradarai Faruk Aksoy ini.

Tertarik Menonton nya ???